KDPK

14 10 2009

PRINSIP KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

Mata Kuliah : KDPK (Keterampilan Dasar Praktik Kebidanan)
Kode Mata Kuliah : Bd. 208
Sub Pokok Bahasan :

  1. Homeotatis
  2. Hemodinamik

Dosen : Irmayanti, SST

PENDAHULUAN

KONSEP KEBUTUHAN DASAR PADA MANUSIA

Kebutuhan dasar pada manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam menjaga keseimbangan baik secara fisiologis maupun fisiologis.

Kebutuhan Dasar pada Manusia Menurut Abraham Maslow

Abraham Maslow mengemukakan Teori Hierarki Kebutuhan yang menyatakanbahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar, yaitu:

  1. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling dasar pada manusia
  2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan dibagi menjadi

a)      Perlindunngan fisik meliputi perlindungan atas ancaman terhadap tubuh atau hidup

b)      Perlindungan psikologis, yaitu perlindungan atas ancaman dari pengalamanyang baru dan asing.

  1. Kebutuhan rasa cinta, yaitu kebutuhan untuk memiliki dan dimiliki.
  2. Kebutuhan akan harga diri maupun perasaan dihargai oleh orang lain
  3. Kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan tertinggi dalam hierarki Maslow, berupa kebutuhan

Ciri Kebutuhan Dasar pada Manusia

Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Pada dasarnya, setiap orang memiliki kebutuhan yang sama. Akan tetapi karena terdapat perbedaan budaya, maka kebutuhan tersebutpun ikut berbeda. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya, manusia akan berfikir keras dan bergerak untuk berusaha mendapatkan.

Faktor yang Mempengaruhi Pemenuhan Kebutuhan Dasar pada Manusia

Pemenuhan kebutuhan dasar pada manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor sebagai berikut:

1.      Penyakit

2.      Hubungan keluarga

3.      Konsep diri

4.      Tahap perkembangan

ISI

HOMEOSTASIS

Homeostasis adalah suatu proses yang terjadi secara terus-menerus untuk memelihara stabilitas dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Homeostasis merupakan mekanisme tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi berbagai kondisi yang dialaminya. Dapat terjadi seara alamiah apabila tubuh mengalami stress.

Homeostasis terdiri atas homeostasis fisiologis dan psikologis. Dalam tubuh manusia, homeostasis fisiologis dikendalikan oleh system endokrin dan system saraf otonom. Proses homeostasis fisiologis terjadi melalui empat cara yaitu:

1.      Pengaturan  diri (self regulation)

2.      Kompensasi

3.      Umpan balik negatif

4.      Umpan balik positif

Homeostasis psikologis berfokus pada keseimbangan emosional dankesejahteraan mental. Proses ini didapat dari pengalaman hidup dan interaksi dengan orang lain serta dipengaruhi oleh norma dan kultur masyarakat. Jadi inti dari proses homeostasis adalah keseimbangan dalam tubuh.

HOMEODINAMIK

Homeodinamik merupakan pertukaran energi antara manusia dan lingkungan sekitar secara terus menerus. Pada proses ini manusia tidak hanya melakukan penyesuaian diri, tetapi terus berinteraksi dengan lingkungan agar mampu mempertahankan hidupnya. Dalam poses homeodinamik, terdapat beberapa prinsip menurut teori Rogers sebagai berikut :

1.      Prinsip integral

2.      Prinsip resonansi

3.      Prinsip helicy

PENUTUP

KESIMPULAN

  1. 1. Homeostasis adalah suatu proses yang terjadi secara terus-menerus untuk memelihara stabilitas dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitarnya
  2. 2. Homeostasis terdiri atas homeostasis fisiologis dan psikologis
  3. 3. Homeodinamik merupakan pertukaran energi antara manusia dan linkungan sekitar secara terus menerus
  4. 4. Prinsip hemodinamik: prinsip integral, prinsip resonansi dan prinsip helicy

KEBUTUHAN FISIK MANUSIA

Mata Kuliah : KDPK (Keterampilan Dasar Praktik Kebidanan)
Kode Mata Kuliah : Bd. 208
Sub Pokok Bahasan:

  1. Body mekanik dan posisi
  2. Keamanan dan kenyamanan lingkungan
  3. Ambulasi
  4. Istirahat dan tidur

Dosen : Irmayanti, SST

PENDAHULUAN

Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan hidupnya. Untuk mempertahankan keseimbangan tersebut manusia mempunyai kebutuhan tertentu yang harus terpenuhi dengan baik. Hirarki kebutuhan dasar manusia menurut Maslow adalah sebuah teori yang dapat digunakan untuk memahami hubungan antara kebutuhan dasar manusia pad saat memberikan asuhan. Kebutuhan dasar manusia adalah hal-hal seperti makanan, air, keamanan dan cinta yang merupakan hal yang penting untuk bertahan hidup dan kesehatan. Kebutuhan yang dinyatakan memiliki tingkat paling tinggi dlm kebutuhan manusia adalah tercapainya aktualisasi diri. Untuk mencapai aktualisasi diri diperlukan konsep diri yang sehat. Hirarki kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow sebagai berikut berdasarkan prioritas:

Aktualissi diri

(Kebutuhan yg harus dipenuhi diri sendiri)

Harga Diri

( Kebutuhan yang harus difikirkan oleh diri sendiri dan orang lain)

Cinta dan rasa ingin memiliki

( Kasih sayang, perasan dimiliki dan hubungan yang berarti dengan orang lain)

Keamanan dan keselamtan

( Keselamatan fisik dan keselamatan fisiologis)

Kebutuhan Fisiologis

( Oksigen, cairan, nutrisi, temperature, eliminasi, tempat , istirahat, sekstinggal

Kebutuhan fisiologis atau kebutuhan fisik manusia merupakan kebutuhan yang paling mendasar yang harus terpenuhi agar kelangsungan hidup bisa bertahan. Ada beberapa kebutuhan fisik manusia yang akan dibahas yaitu body mekanika dan posisi, keamanan dan kenyamanan lingkungan, ambulasi dan istirahat/tidur.

KEBUTUHAN MEKANIKA TUBUH

Merupakan usaha koordinasi dari muskuloskeletal dan system saraf untuk mempertahankan keseimbangan tubuh dengan tepat. Mekanika tubuh adalah cara menggunakan tubuh secara efesien, yaitu tidak banyak mengeluarkan tenaga, terkoordinasi, serta aman dalam menggerakkan dan mempertahankan keseimbangan selama beraktivitas.

Merupakan bagian dari kebutuhan aktivitas manusia. Beberapa pergerakan dasar yang harus diperhatikan yaitu:

  1. 1. Gerakan(ambulating)

Gerakan yang benar dapat membantu dalam mempertahankan keseimbangan tubuh. Contoh pada saat berjalan.

  1. 2. Menahan (squatting)

Dalam melakukan pergantian, posisi menahan selalu berubah. Contoh, posisi orang yang duduk akan berbeda dengan orang yang jongkok.

  1. 3. Menarik(pulling)

Menarik dengan benar akan memudahkan dalam memindahkan benda.

  1. 4. Mengangkat(lifting)

Cara pergerakan dengan menggunakan daya tarik ke atas.

  1. 5. Memutar(pivoting)

Gerakan untuk berputarnya anggota tubuh dengan bertumpu pada tulang belakang.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mekanika Tubuh

  1. 1. Status kesehatan

Perubahan status kesehatan dapat mmengaruhi system muskulos keletal dan system saraf  berupa penurunan koordinasi.

  1. 2. Nutrisi

Membantu proses pertumbuhan tulang dan perbaikan sel. Kekurang nutrisi menyebabkan kelemahan otot dan memudahkan terjadinya penyakit.

  1. 3. Emosi

Penyebab menurunnya kemampuan mekanika tubuh dan ambulasi yang baik.

  1. 4. Situasi dan kebiasaan

Menyebabkan perubahan mekanika tubuh dan ambulasi.

  1. 5. Gaya hidup

Menyebabkan stress dan kemungkinan besar akan menimbulkan kecerobohan dalam beraktivitas, sehingga dapat mengganggu koordinasi antara system musculoskeletal dan saraf.

  1. 6. Pengetahuan

Pengetahuan yang baik akan mengurangi energi yang telah dikeluarkan, dan pengetahuan yang kurang akan menjadikan seseorang berisiko mengalami gangguan koordinasi system musculoskeletal dan saraf.

PENGATURAN POSISI

Pengaturan posisi yang dapat dilakukan pada pasien ketika mendapatkan asuhan, seperti:

Posisi Fowler

Posisi setengah duduk atau duduk, bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan. Untuk fowler(45°-90°) dan semifowler(15°-45°). Dilakukan untuk mempertahankan kenyamanan, memfasilitasi fungsi pernapasan, dan untuk pasien pasca bedah.

Posisi Sim

Posisi miring ke kanan atau ke kiri. Dilakukan untuk memberi kenyamanan dan untuk mempermudah tindakan pemeriksaan rectum atau pemberian huknah atau obat-obatan lain melalui anus.

Posisi Trendelenburg

Posisi pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki. Dilakukan untuk melancarkan peredaran darah ke otak, dan pada pasien shock dan pada pasien yang dipasang skintraksi pada kakinya.

Posisi Dorsal Recumbent

Posisi berbaring terlentang dengan kedua lutut fleksi(ditarik atau direnggangkan). Dilakukan untuk merawat dan memeriksa genetalia serta proses persalinan.

Posisi Litotomi

Posisi berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. Dilakukan untuk memeriksa genetalia pada proses persalinan, dan memasang alat kontrasepsi.

Posisi Genu Pektoral

Posisi menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian atas tempat tidur. Dilakukan untuk memeriksa daerah rectum dan sigmoid dan untuk membantu merubah letak kepala janin pada bayi yang sungsang.
KEAMANAN DAN KENYAMANAN LINGKUNGAN

KEAMANAN LINGKUNGAN

Lingkungan Klien mencakup semua faktor fisik dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup klien.

Kebutuhan Fisiologis:

  1. Oksigen
  2. Kelembaban
  3. Pengurangan Bahaya Fisik
  4. Pengurangan Transmisi Patoge
  5. Pengontrolan Polusi

Faktor-faktor yang mempengaruhi:

  1. Usia
  2. Tingkat Kesadaran
  3. Emosi
  4. Status Metabolisme
  5. Gangguan persepsi sensori
  6. Informasi/komunikasi
  7. Penggunaan antibiotik
  8. Keadaan imunitas
  9. Ketidakmampuan tubuh dlm memproduksi sel drh putih

10.  Status nutrisi

11.  Tingkat pengetahuan

Macam-macam bahaya/kecelakaan:

  1. Di rumah
  2. Di RS : Mikroorganisme

Cahaya

Kebisingan

Cedera

Kesalahan prosedur

Peralatan medik, dll

Pencegahan Kecelakaan di RS:

  1. Mengkaji tingkat kemampuan pasien untuk melindungi diri
  2. Menjaga keselamatan psien yang gelisah
  3. Dari infeksi
  4. Mengunci roda kereta dorong saat berhenti
  5. Penghalang sisi tempat tidur
  6. Bel yg mudah dijangkau
  7. Meja yang mudah dijangkau
  8. Kereta dorong ada penghalangnya
  9. Kebersihan lantau

10.  Prosedur tindakan, dll

Kenyamanan

Konsep kenyamanan memiliki subjektivitas yang sama dengan nyeri.

Sifat nyeri

Merupakan suatu kondisi yang lebih dari sekedar sensasi tunggal yang disebabkan oleh stimulus tertentu

Faktor-faktor yang mempengaruhi nyeri :

  1. Usia                                   6.    Ansietas
  2. Jenis Kelamin                    7.    Keletihan
  3. Kebudayaan                      8.    Pengalaman sebelum
  4. Makna nyeri                      9.    Pengalaman sebelum
  5. Perhatian                           10.  Dukungan Keluarga

Meningkatkan Kenyamanan/Strategi kesehatan

  1. Sentuhan teraupeutik
  2. Akupresure
  3. Relaksasi dan Teknik Imajinasi
  4. Imajinasi terbimbing
  5. Bimbingan Antisipasi
  6. Distraksi

KENYAMANAN LINGKUNGAN

Selain keamanan untuk pasien yang perlu dijaga, kenyamanan lingkungan juga harus diperhatikan. Lingkungan yang nyaman akan menunjang cepatnya kesembuhan pasien.

Menyiapkan Tempat Tidur

Jenis persiapan tempat tidur

  1. Unoccupid bed (tempat tidur yang belum ada klien di atasnya
    1. Closed bed (tempat tidur tertutup)
    2. Open bed (tempat tidur terbuka)
    3. Aether bed (tempat tidur pasca operasi)
  2. Occupied bed (mengganti tempat tidur dengan klien diatasnya)

Prinsip perawatan tempat tidur antara lain :

  1. Tempat tidur pasien harus selalu bersih dan rapi
  2. Linen diganti sesuai kebutuhan dan sewaktu-waktu jika kotor
  3. Penggunaan linen bersih harus seuai kebutuhan dan tidak boros.

Persiapan tempat tidur

  1. 1. Unoccupid bed (tempat tidur yang belum ada klien di atasnya)

Pengertian menyiapkan tempat tidur pasien baru:

Tempat tidur yang disiapkan  untuk klien yang baru masuk atau menjalani rawat inap.

Pengertian mengganti alat tenun tanpa pasien diatasnya adalah

Mengganti alat tenun kotor pada tempat tidur klien dengan memindahkan klien kekursi/tempat duduk.

Tujuan mengganti alat tenun tanpa pasien diatasnya adalah:

  1. Membersihkan perasaan senang dan meningkatkan rasa nyaman pada pasien/klien
  2. Meningkatkan mobilisasi klien
  3. Memelihara kebersihan dan kerapian

Menyiapkan Tempat Tidur Pasien Post Op

Pengertian menyiapkan tempat tidur pasien Post Op adalah:

Tempat tidur yang disiapkan untuk klien pasca operasi yang dapat narkose (obat bius).

Tujuan menyiapkan tempat tidur pasien post op/pasca bedah:

  1. Menghangatkan klien
  2. Mencegah penyulit/komplikasi post op/pasca bedah
  1. 2. Mengganti Alat Tenun fengan Pasien diatasnya (Occupied bed)

Pengertian mengganti alat tenun dengan pasien diatasnya adalah

Mengganti alat tenun kotor pada tempat tidur klien tanpa memindahkan klien

Tujuan:

  1. Membersihkan perasaan senang dan meningkatkan rasa nyaman pada pasien/klien
  2. Mencegah terjadinya dekubitus
  3. Memelihara kebersihan dan kerapian.

AMBULASI DAN MOBILISASI

Ambulasi merupakan upaya seseoranga untuk melakukan latihan jalan atau berpindah tempat. Mobilitas merupakan suatu kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah dan teratur.

Jenis-jenis Mobilisasi

  1. 1. Mobilisasi penuh

Kemampuan seseorang untuk bergerak secara penuh dan bebas sehingga dapat melakukan interaksi social dan menjalankan peran sehari-hari.

  1. 2. Mobilisasi sebagian

Kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan yang jelas sehingga tidak mampu bergerak secara bebas. Mobilitas sebagian dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Mobilitas sebagian temporer
  2. Mobilitas sebagian permanen

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mobilitas

Mobilitas seseorang dapat dipengaruhi oleh:

  1. 1. Gaya hidup

Dapat mempengaruhi kemampuan mobilitas seseorang.

  1. 2. Proses penyakit/injury

Dapat mempengaruhi fungsi sistem tubuh.

  1. 3. Kebudayaan

Sebagai contoh,orang yang memiliki budaya sering berjalan jauh memiliki kemamapuan mobilitas yang kuat.

  1. 4. Tingkat energi seseorang

Untuk dapat melakukan mobilitas yang baik, dibutuhkan energi yang cukup.

  1. 5. Usia dan status perkembangan

Kemampuan atau kematangan fungsi alat gerak sejalan dengan perkembagan usia.

Tindakan yang Berhubungan dengan Ambulasi dan Mobilitas

  1. 1. Latihan ambulasi
    1. Duduk ditempat di atas tempat tidur
    2. Turun dan berdiri
    3. Membantu berjalan
  1. 2. Membantu ambulasi dengan memindahkan pasien

Cara Pelaksanaan :

  1. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan.
  2. Atur branchard dalam posisi terkunci.
  3. Bantu pasien dengan 2-3 orang.
  4. Berdiri menghadap pasien.
  5. Silangkan tangan pasien di depan dada.
  6. Tekuk lutut anda, kemudian masukkan tangan ke bawah tubuh pasien.
  7. Orang pertama meletakkan tangan di bawah leher/ bahu dan bawah pinggang, orang kedua meletakkan tangan di bawah pinggang dan panggul pasien dan orang ketiga meletakkan tangan di bawah pinggul dan kaki.
  8. Angkat bersama-sama dan pindahkan ke branchard
  9. Atur posisi pasien di  branchard

KEBUTUHAN ISTIRAHAT

Pengertian Istirahat

Keadaan yang relaks tanpa adanya tekanan emosional dan bukan dalam keadaan tidak beraktivitas, melainkan juga berhenti sejenak.

Karekteristik Istirahat

Pada tahun 1967, Narrow mengemukakan enam karakteristik yang berhubungan dengan istirahat:

  1. Merasakan bahwa segala sesuatu dapat diatasi.
  2. Meras diterima.
  3. Mengetahui apa yang sedang terjadi.
  4. Bebas dari gangguan ketidaknyamanan.
  5. Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap aktivitas yang memepunyai tujuan.
  6. Mengetahui adanya bantuan sewaktu memerlukan.

KEBUTUHAN TIDUR

Kebutuhan tidur pada manusia bergantung pada tingkat perkembangan.

Pengertian Tidur

Suatu kondisi tidak sadar di mana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensori yang sesuai.

Fisiologi Tidur

Pengaturan kegiatan tidur yang melibatkan hubungan mekanisme selebral secara bergantian agar mengaktifkan dan menekan pusat otak untuk dapat tidur dan bangun.

Jenis-jenis tidur

Terdapat dua jenis tidur yaitu: jenis tidur yang disebabkan oleh menurunnya kegiatan di dalam sistem pengaktivasi retikularis dan jenis tidur yang disebabkan oleh penyaluran isyarat-isyarat abnormal dari dalam otak, jenis tidur ini disebut dengan jenis tidur poradoks atau tidur rapid eye movement (NREM)

1.   Tidur gelombang lambat (slow wave sleep)/ nonrapid eye movement (NREM)

Tahap tidur jenis NREM

a.       Tahap 1

Adalah tahap transisi antara bangun dan tidur.

b.      Tahap 2

Merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun.

c.       Tahap 3

Merupakan tahap tidur dengan ciri denyut nadi, frekuensi napas, dan proses tubuh lainnya lambat. Hal ini disebabkan oleh adanya dominasi sistem saraf parasimpatis sehingga sulit untuk bangun.

d.      Tahap 4

Merupakan tahap tidur dalam dengan ciri kecepatan jantung dan pernapasan turun, jarang bergerak, sulit dibangunkan, gerak bola mata cepat, sekresi lambung menurun dan tonus otot menurun.

2.      Tidur paradoks/ tidur rapid eye movement (REM)

Ciri tidur REM adalah:

  1. Biasanya disertai dengan mimpi aktif
  2. Lebih sulit dibangunkan daripada selama tidur nyenyak NREM.
  3. Tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan, menunjukkan inhibisi kuat proyeksi spinal atas sistem pengaktivasi retikularis
  4. Frekuensi jantung dan pernapasan menjadi tidak teratur.
  5. Pada otot perifer, terjadi beberapa gerakan otot yang tidak teratur.
  6. Mata cepat tertutup dan terbuka, nadi cepat dan irregular, tekanan darah meningkat atau berfluktuasi, sekresi gaster meningkat, dan metabolisme meningkat.
  7. Tidur ini penting

Fungsi dan Tujuan Tidur

Fungsi dan tujuan masih belum diketahui secara jelas. Meskipun demikian, tidur diduga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, dan kesehatan. Selain itu, stres pada paru-paru, sistem kardiovaskuler, endokrin, dan lain-lainnya juga menurun aktivitasnya. Energi yang tersimpan selama tidur diarahkan untuk fungsi-fungsi seluler yang penting.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tidur

Kualitas dan kuantitas tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kualitas tersebut dapat menunjukkan adanya kemampuan individu untuk tidur dan memperoleh jumlah istirahat sesuai dengan kebutuhannya. Berikut ini merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan tidur, antara lain:

  1. 1. Penyakit

Sakit dapat mempengaruhi kebutuhan tidur seseorang. Banyak penyakit yang dapat memperbesar kebutuhan tidur, seperti penyakit yang disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi limpa.

  1. 2. Latihan dan kelelahan

Keletihan akibat aktivitas yang tinggi dapat memerlukan lebih banyak tidur untuk menjaga keseimbangan energi yang telah dikeluarkan. Hal tersebut terlihat pada seseorang yang telah melakukan aktivitas dan mencapai kelelahan.

  1. 3. Stress psikologis

Kondisi stres psikologis dapat terjadi pada seseorang akibat ketegangan jiwa. Seseorang yang memiliki masalah psikologis akan mengalami kegelisahan sehingga sulit untuk tidur.

  1. 4. Obat

Beberapa jenis obat yang mempengaruhi proses tidur, seperti jenis golongan obat diuretik yang dapat menyebabkan insomnia; antidepresan yang dapat menekan REM; kafein yang dapat meningkatkan saraf simpatis sehingga menyebabkan kesulitan untuk tidur; golongan beta bloker dapat berefek pada timbulnya insomnia; dan golongan narkotik dapat menekan REM sehingga mudah mengantuk.

  1. 5. Nutrisi

Terpenuhinya kebutuhan nutrisi dapat mempercepat proses tidur. Konsumsi protein yang tinggi dapat menyebabkan individu tersebut akan mempercepat proses terjadinya tidur. Demikian sebaliknya, kebutuhan gizi yang kurang dapat juga mempengaruhi proses tidur, bahkan terkadang sulit untuk tidur.

  1. 6. Lingkungan

Keadaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seseorang dapat -nempercepat proses terjadinya tidur. Sebaliknya, lingkungan yang tidak aman dan nyaman bagi seseorang dapat menyebabkan hilangnya ketenangan sehingga mempengaruhi proses tidur.

  1. 7. Motivasi

Merupakan suatu dorongan atau keinginan seseorang untuk tidur, sehingga dapat mempengaruhi proses tidur.

Gangguan/Masalah Kebutuhan Tidur

1. Insomnia

Merupakan suatu keadaan yang menyebabkan individu tidak mampu mendapatkan tidur yang adekuat, baik secara kualitas maupun kuantitas, sehingga individu tersebut hanya tidur sebentar atau susah tidur.

2. Hipersomnia

Merupakan gangguan tidur dengan kriteria tidur berlebihan. Pada umumnya, lebih dari sembilan jam pada malam hari.

3. Parasomnia

Merupakan kumpulan beberapa penyakit yang dapat mengganggu pola tidur. Misalnya, somnambulisme (berjalan-jalan dalam tidur) yang banyak terjadi pada anak-anak, yaitu pada tahap III dan IV dari tidur NREM.

4. Enuresis

Merupakan buang air kecil yang tidak disengaja pada waktu tidur atau disebut juga dengan istilah mengompol.

5. Apnea tidur dan mendengkur

Mendengkur tidak termasuk gangguan tidur, tetapi mendengkur yang disertai dengan keadaan apnea dapat menjadi masalah, karena adanya rintangan dalam pengaliran udara di hidung dan mulut pada waktu tidur.

6. Narkolepsi

Merupakan keadaan tidur yang tidak dapat dikendalikan, seperti tidur dalam keadaan berdiri, mengemudikan kendaraan, atau di tengah pembicaraan.

7. Mengigau

Merupakan suatu gangguan tidur bila terjadi terlalu sering dan di luar kebiasaan menyebabkan kualitas dan kebutuhan tidur berkurang.

8. Gangguan pola tidur secara umum

Suatu keadaan ketika individu mengalami atau mempunyai resiko peubahan jumlah dan kualitas pola istirahat yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.

PENUTUP

KESIMPULAN

  1. Body mekanik/ mekanika tubuh merupakan usaha koordinasi dari muskuloskeletal dan system saraf untuk mempertahankan keseimbangan tubuh dengan tepat
  2. Lingkungan Klien mencakup semua faktor fisik dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup klien
  3. Lingkungan yang nyaman akan menunjang cepatnya kesembuhan pasien.
  4. Ambulasi merupakan upaya seseoranga untuk melakukan latihan jalan atau berpindah tempat. Mobilitas merupakan suatu kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah dan teratur.
  5. Kebutuhan istirahat adalah keadaan yang relaks tanpa adanya tekanan emosional dan bukan dalam keadaan tidak beraktivitas, melainkan juga berhenti sejenak.

KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL

Mata Kuliah : KDPK (Keterampilan Dasar Praktik Kebidanan)
Kode Mata Kuliah : Bd. 208
Sub Pokok Bahasan :

  1. Hak-hak klien
  2. Rasa aman dan nyaman

Dosen : Irmayanti, SST

PENDAHULUAN

Manusia adalah mahluk biopsikososial yang unik dan menerapkan sistem terbuka serta saling berinteraksi. Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan hidupnya. Keseimbangan yang dipertahankan oleh setiap individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, keadaan ini disebut sehat, sedangkan seseorang dikatakan sakit apabila gagal dalam mempertahankan keseimbangan diri dan lingkungannya. Ada beberapa kebutuhan manusia yang patut diketahui untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan terhadap klien. Setiap klien mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. Hak-hak tersebut diharapkan mampu memberikan dukungan terhadap pemeliharaan pasien yang lebih efektif sehingga diperoleh kepuasa yang lebih besar oleh pasien, dokter dan organisasi pelayanan kesehatan lainnya.

ISI

HAK-HAK KLIEN

Hak dan kewajiban adalah hubungan timbal balik dalam kehidupan sosial sehari-hari. Bila seorang memiliki hak terhadap B, maka B mempunyai kewajiban terhadap A. Hak pasti berhubungan dengan individu yaitu pasien, sedangkan bidan mempunyai kewajiban/ keharusan untuk pasien. Jadi hak adalah sesuatu yang diterima oleh pasien, sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang diberikan oleh bidan. Seharusnya juga ada hak yang harus diterima oleh bidan dan kewajiban yang harus diberikan oleh pasien.

Hak klien adalah hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai hak klien. Hak-hak tersebut adalah :

  1. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit / institusi pelayanan kesehatan.
  2. Pasien berhak atas pelayanan yang manusia, adil dan jujur.
  3. Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan sesuai dengan profesi bidan tanpa diskriminasi
  4. Pasien berhak memilih bidan yang akan menolongnya sesuai dengan keinginannya.
  5. Pasien berhak mendapatkan informasi yang meliputi kehamilan, persalinan  nifas dan bayinya yang baru dilakhirkan.
  6. Pasien berhak mendapat pendampingan suami atau keluarga selam persalinan berlangsung.
  7. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit.
  8. Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat kritis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dari pihak luar.
  9. Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut (second opinion) terhadap penyakit yang dideritanya sepengetahuan dokter yang merwat.

10.  Pasien berhak meminta atas privacy dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya.

11.  Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi :

  1. Penyakit yang diderita
  2. Tindakan kebidanan yang akan dilakuukan.
  3. Alternatif terapi lainnya.
  4. Prognosanya
  5. Perkiraan biaya pengobatan.

12.  Pasien berhak menyetujui/ memberikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya.

13.  Pasien berhak menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggung jawab sendiri sesudah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya.

14.  Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.

15.  Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggupasien lainnya.

16.  Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di rumah sakit.

17.  Pasien berhak menerima/ menolak bimbingan moral maupun spiritual

18.  Pasien berhak mendapatkan perlindungan hukum atas terjadinya kasus mal praktek.

Kewajiban Pasien

  1. Pasien dan keluarganya berkewajjiban unytuk mentaati segala peraturan dan tata tertib rumah sakit/ institusi pelayanan kesehatan.
  2. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter, bidan , perawat yang merawatnya.
  3. Pasien/ penanggungjawabnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan dokter, bidan dan perawat.
  4. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban memenuhi hal-hal yang selalu disepakati/ janjian yang teklah dibuatnya.

RASA AMAN DAN NYAMAN

Rasa Aman

Manusia adalah mahluk biopsikososial yang unik dan menerapkan sistem terbuka serta saling berinteraksi. Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan hidupnya. Keseimbangan yang dipertahankan oleh setiap individu untuk menyesuaikan diri dengan dengan lingkungannya. Untuk mempertahankan keseimbangan tersebut manusia mempunyai kebutuhan tertentu yang harus terpenuhi dengan baik.

Hirarki kebutuhan dasar manusia menurut Abraham maslow sebagai berikut berdasarkan prioritas :

  1. 1. Kebutuhan Fisiologis

Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang paling mendasar yang harus terpenuhi agar kelangsungan hidup bisa bertahan. Ada 8  kebutuhan secara fisiologis diantaranya :

  • Oksigenasi

Oksigen adalah slh satu komponen gas dan unsur vital dalm proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel manusia.

  • Cairan dan Elektrolit

Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan. Cairan dan Elektrolit saling berhubungan.

  • Nutrisi

Tubuh memerlukan energi untuk fungsi-fungsi organ tubuh, pergerakan tubuh, mempertahnkn suhu, fungsi enzim, pertumbuhan dan pengantian sel yang rusak

  • Eliminasi

Eliminasi merupakan proses pembuangan sisa-sisa metabolisme tubuh

  • Tempat Tinggal

Lingkungan tempat tinggal yang kotor bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit, selain itu kondisi yang berantakan dan kurang bersihpun menjadi faktor pencetus terjadinya penularan penyakit menulr.

  • Aktivitas dan Istirahat Tidur

Kebutuhan aktivitas (pergerakan) istirahat merupakan kesatuan yang saling berhubungan

  • Seks

Kebutuhan seksual dan perilaku bagaimana untuk memenuhinya dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : umur, social budaya, etika, nilai, harga diri dan tingkat kesejahteraan

  1. 2. Keamanan dan Keselamatan

Keselamatan adalah suatu keadaan seseorng atau lebih yang terhindar dari ancaman bahaya/kecelakaan, sedangkan keamanan adalah keadaan aman dan tentram.

  • Keamanan Fisik
  • Keamanan Psikologi
  1. 3. Cinta dan Rasa Memiliki

Memberi dan menerima kasih sayang, kehangatan dan persahabatan serta mendapat tempat dalm keluarga dan kelompok social

  1. 4. Harga Diri

Perasan tidak tergantung kompeten dan respek terhadapdiri sendiri dn orang lain

  1. 5. Aktualissi Diri

Dapat mengenal diri dengn baik, tidk emosional, punya dedikasi yang tinggi, kreatif dan lain-lain

Karakteristik Kebutuhan Dasar Manusia

  1. Setiap orang mempunyai kebutuhan dasar yang sama, dimana setiap kebutuhan dimodifikasi sesuai dengan kultur
  2. Seseorang memenuhi kebutuhannya sesuai prioritas
  3. Walaupun kebutuhan umumnya harus dipenuhi, beberap kebutuhan dapt di tunda
  4. Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan menghasilkan keseimbangan
  5. Kebutuhan dapat membuat sesorang berfikir dan bergerak untuk memenuhi rangsangan dari eksternal maupun internal
  6. Seseorang dapat merasakan adanya kebutuhan dengan merespon dengan berbagai cara
  7. Kebutuhan saling berkaitan, beberapa kebutuhan yang tidak berpengaruh akan mempengaruhi kebutuhan lainnya.

Faktor – faktor yang mempengaruhi Pemenuhan Kebutuhan

  1. Penyakit
  2. Hubungan yang berarti dari keluarga, support person
  3. Konsep diri
  4. Tahap perkembangan

Rasa Nyaman (Bebas Nyeri)

Pengertian Nyeri

Merupakan  kondisi berupa perasaan yang tidak menyenangkan. Sifatnya sangat subjektif karena perasaan nyeri berbeda pada setiap orang dalam hal skala atau tingkatannya, dan hanya orang tersebutlah yang dapat menjelaskan atau mengevaluasi rasa nyeri yang dialaminya.

Klasifikasi Nyeri

Secara umum dibagi menjadi dua, yakni: nyeri akut merupakan nyeri yang timbul secara mendadak dan cepat mendadak dan cepat menghilang, tidak melebihi enam bulan, serta ditandai dengan adanya peningkatam tegangan otot. Dan nyeri kronis merupakan nyeri yang timbul secara perlahan –lahan, biasanya berlangsung dalam waktu cukup lama, yaitu lebih dari enam bulan.

Stimulus Nyeri

Terdapat beberapa jenis stimulasi nyeri, di antaranya:

  1. Trauma pada jaringan tubuh
  2. Gangguan pada jaringan tubuh
  3. Tumor
  4. Iskemia pada jaringan
  5. Spasme otot.

Teori Nyeri

Terdapat beberapa teori tengtang terjadinya rangsangan nyeri, di antaranya:

  1. Teori pemisahan
  2. Teori pola
  3. Teori pengendalian gerbang
  4. Teori transmisi dan inhibisi

Faktor yang Memengaruhi Nyeri

Pengalaman nyeri pada seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa hal,di antaranya adalah:

  1. Arti nyeri
  2. Persepsi nyeri
  3. Toleransi nyeri
  4. Reaksi terhadap nyeri

PENUTUP

  1. 1. KESIMPULAN

Hak – hak klien

Hak klien adalah hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai hak klien

Hak adalah sesuatu yang diterima oleh pasien, sedangkan Kewajiban adalah sesuatu yang diberikan oleh bidan. Seharusnya juga ada hak yang harus diterima oleh bidan dan kewajiban yang harus diberikan oleh pasien. Hak klien adalah hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai hak klien.

Rasa Aman dan Nyaman

Manusia sebagai makhluk biopsikososial yang unik dan menerapkan sistem terbuka serta saling berinteraksi. Rasa aman dan nyaman merupakan kebutuhan dasar manusia, setiap kebutuhan menbuat adanya keseimbangnan dalam kehidupan manusia. Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow terdapat 5 kebutuhan dasar yang disususn berdasarkan prioritas nya yaitu :

  1. Kebutuhan Fisiologis
  2. Keamanan dan Keselamatan
  3. Cinta dan Rasa Memiliki
  4. Harga Diri
  5. Aktualisasi Diri
  1. 2. EVALUASI

1. Coba sebutkan 5 hak – hak klien dan contohnya !

2. Coba jelaskan perbedaan antara hak dan kewajiban pada klien

3. Coba sebutkan dan berikan contohnya kebutuhan dasar berdasarkan abraham maslow!

4. Bagaimana menurut pendapat anda apakah setiap kebutuhan harus terpenuhi?

5. Jika kebutuhan tingkat tinggi dapat tercapai apakah kebutuhan dalam tingkat rendah juga harus tercapai dulu, coba jelaskn dengn singkat !

About these ads

Aksi

Information

4 responses

24 09 2011
rulie hendra

mbak irma ….mohon dicantumkan sumber nya dari mana yaaa…….???

24 11 2011
dianmanalu

makasihh buat informasinya ^^
sangat membatu :)

27 08 2012
fitrullah

thanks banget…bisa belajar KDPK sendiri dengan bahan di atas

12 09 2012
irm4chimut

sama2,,,,sng bisa membantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: